Photobucket

Senin, 23 Mei 2011

Sup Jagung

Dah beberapa hari ini Afin mogok makan nasi, kemaren sukses bikin dia mau makan roti en sorenya brownis kukus (resep nyusul ya hehe...) akhirnya hari ini muter otak gimana caranya dia mau makan bukan nasi tapi tetep karbohidrat, tentunya jangan dari bahan terigu lagi doooonk :)
akhirnya kepikiran deh sama sup jagung dan perkedel kentang, resep cemplang cemplung, tapi Alhamdulillah dia mau, ini dia resepnya..

Tips Merawat Gigi Bayi

Bunda, orang tua mana sih yang ga pengen lihat gigi anak-anaknya sehat, sebagai orang tua baru, saya penasaran 'tingkat tinggi' deh pengen tahu gimana sih cara merawat gigi anak terutama yang masih i bawah 2 tahun, akhirnya nanya2 om google en dapetin artikel ini dari PDGI online, semoga bermanfaat ya, bukan cuma saya tapi juga moms sekalian,

Merawat Gigi Bayi pada usia 0-24 bulan
Tidak perlu menunggu waktu yang tepat sampai anak mau ke dokter gigi atau cukup umur untuk memulai perawatan pada giginya.
Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salahsatu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari.  Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Sabtu, 21 Mei 2011

Hindari Lubang di Gigi Susu

Gigi sehat dan rapi memang enak dilihat dan dipandang. Sakit gigi? Ah, sangat tidak nyaman. Rasanya senut-senut, kepala pun ikut berdenyut. Nah, bayangkan jika si kecil yang mengalaminya. Ia pasti menjadi rewel. Apalagi dia belum bisa mengutarakan rasa sakitnya itu.

Lantaran itu, kendati gigi susu akan tanggal tidak berarti para ibu boleh mengabaikan perawatannya. "Kerusakan yang terjadi pada gigi susu bisa berakibat buruk pada gigi permanen," ujar Prof.Dr.drg.Ismu Suharsono Suwelo, SpKGA, guru besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Mainan Yang Pas Untuk Anak


Anak tak perlu mainan yang mahal atau canggih. Yang penting, ia senang memainkannya dan mainan itu melatih berbagai aspek penting yang diperlukan untuk perkembangannya.
Masuk toko mainan pada masa sekarang ini, memang sering bikin kepala pusing. Habis, begitu banyak macamnya. "Saya juga pusing, nih, nyari mainan untuk anak saya yang berumur 2 tahun," keluh seorang ibu.
Pandai-pandai memilih mainan untuk para batita, sangat dianjurkan oleh psikolog anak Dra. Mayke S. Tedjasaputra. "Untuk anak batita, biasanya, kan, orang tua yang memilihkan meski kadang anak minta karena melihat teman atau tetangganya punya." Yang jelas, lanjut Mayke, kita harus tahu persis, apakah mainan yang kita pilih (atau dipilih anak) memiliki manfaat. "Jangan karena takut anaknya ngambek , menangis, lalu dibelikan. Anak juga harus belajar, tak semua keinginannya bisa dipenuhi."

Beberapa Penyebab Demam

Ketika balita demam, Anda perlu tahu segera penyebabnya. Dari sini, Anda bisa melakukan perawatan yang tepat agar demam balita tidak memburuk. Berikut beberapa pemicu demam dan cara mengatasinya. 

Bayi Demam, Tidak Selalu Pertanda Sakit

Tak perlu panik berlebihan saat suhu badan bayi menjadi panas atau hangat. Naiknya suhu tubuh pada bayi tidak selalu pertanda terkena penyakit. Namun, waspada tetap perlu!

Sebenarnya, demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika menghalau penyakit. Bahkan boleh dibilang, demam berfungsi sebagai “alarm”  yang menunjukkan kalau tubuh sedang melakukan “perlawanan” terhadap adanya gangguan. Baik infeksi maupun perubahan lainnya.

Saat sel-sel darah menggempur penyakit, ada zat-zat kimia yang dilepas dalam aliran darah dan “berkelana” mengirim laporan ke otak. Laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh mendongkrak suhunya. Alasannya? Agar menghambat perkembangbiakan penyakit serta merangsang pembuatan antibodi dalam tubuh.

Zat Gizi Esensial untuk Bayi dan Balita

Semua zat gizi tentu penting untuk tumbuh-kembang otak anak. Tetapi beberapa zat gizi esensial sangat dibutuhkan agar otak bayi dan balita berkembang optimal!

Proses perkembangan sel otak berlangsung sejak janin masih dalam kandungan. Proses ini dipengaruhi oleh status nutrisi sang ibu. Apabila kurang salah satu zat gizi, misalnya asam folat (B 9) terjadi pada 4 minggu sesudah pembuahan, maka janin akan mengalami gangguan perkembangan otak. Itulah sebabnya, ibu hamil harus memperhatikan asupan makanan, terutama kecukupan dan komposisi gizi. Demikian pula, ibu menyusui.